Bringin Life Contact Sitemap Home kirim email ke pemasaran@bringinlife.co.if
 
TentangBringinLife
Skip Navigation Links
 
 
ProdukBringinLife
Skip Navigation Links
 
 

Kinerja Asuransi Jiwa Melonjak
 
Kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal III/2009 meningkat pesat.Total pendapatan industri asuransi jiwa sampai akhir September 2009 mencapai Rp61,95 triliun. Angka tersebut melonjak 69,28% dibandingkan perolehan kuartal III/2008 sebesar Rp36,6 triliun.

Pertumbuhan pendapatan yang signifikan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan premi dan nonpremi dari 41 perusahaan asuransi jiwa yang memasukkan datanya ke AAJI, ujar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Evelina F Pietruschka di Jakarta kemarin. Evelina mengatakan, sumbangan pendapatan premi pada kuartal III/2009 mencapai Rp43,36 triliun atau tumbuh sebesar 14.44% dibandingkan periode yang sama 2008 senilai Rp37,89 triliun.

Sedangkan total pendapatan nonpremi asuransi jiwa pada periode ini mencapai Rp18,59 triliun atau meningkat 1538,47% dibandingkan periode yang sama 2008 yang mengalami penurunan minus Rp1,3 triliun. Dari total pendapatan premi itu, kata dia, sebesar Rp28,61 triliun di antaranya pendapatan premi produksi baru (new business) yang naik dari sebelumnya sebesar Rp25,66 triliun. Kia mensukuri bahwa catatan produksi baru sangat baik hingga kuartal/III tahun ini.Artinya setelah krisis keuangan, juga bencana alam, kesadaran investasi dan membeli produk asuransi oleh masyarakat semakin membaik,tandasnya.

Direktur Eksekutif AAJI Stephen B Juwono menambahkan, pada kuartal III/2009 ini hasil investasi yang dilakukan industri asuransi jiwa mengalami kenaikan signifikan sebesar 956.74% menjadi Rp17,58 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2008 yang minus Rp2,05 triliun. Hasil investasi tersebut didapatkan dari total nilai investasi industri asuransi jiwa pada kuartal III/2009 yang mencapai Rp123,3 triliun atau naik 35,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp90,92 triliun,ujarnya.

Adapun dari catatan instrumen investasi pada kuartal III/2009 didominasi oleh surat berharga (SUN dan obligasi) senilai Rp51,6 triliun (41,84%), diikuti reksa dana Rp36,8 triliun (29,88%), deposito berjangka Rp15,3 triliun (12,45%), dan instrumen SBI senilai Rp3,4 triliun (2,75%). Dibanding surat berharga yang meningkat signifikan dari posisi kuartal III/2008 senilai Rp33,7 triliun (37,06%), menjadi Rp51,6 triliun (41,84%),minat investasi di SBI malah berkurang kalau kita bandingkan dengan periode yang sama pada 2008 sebesar Rp5,3 triliun (5,86%),kata Stephen.

Dia mengatakan, keputusan Bank Indonesia (BI) yang terus memangkas suku bunga acuan (BI Rate) hingga 6,5% pada September 2009, dan bertahan di level yang sama hingga akhir tahun ini, tentu saja bunga SBI pun terus turun, lebih kecil dibanding bunga deposito. Sehingga pilihan investasi di SBI semakin turun, dan berpindah ke deposito atau reksa dana, tandas Stephen. Lebih lanjut Stephen menyebutkan, total klaim pada kuartal III/2009 mengalami kenaikan 18,98% atau sebesar Rp26,46 triliun dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp22,24 triliun.

Adapun klaim tersebut meliputi polis yang ditebus (surrender value) bernilai Rp9,71 triliun (atau 36.68% dari total klaim), polis yang berakhir masa kontraknya (maturity) bernilai Rp4,55 triliun (atau 17,9% dari total klaim),klaim meninggal dunia bernilai Rp2 triliun,dan klaim lainlain sebesar Rp10,20 triliun. Sedangkan untuk total aset, Stephen mengatakan, setelah turun di bawah nilai Rp100 triliun pada akhir 2008, pada kuartal III/2009 aset industri asuransi jiwa mengalami peningkatan, mencapai Rp123,34 triliun.

Begitu pula cadangan teknis mengalami peningkatan sebesar 32,58% atau Rp110,10 triliun dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp83,04 triliun. Untuk total tertanggung (insured) pada kuartal III/2009 mengalami kenaikan sebesar 44,79% atau sejumlah 38.588.594 orang dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu berjumlah 26.651.529 orang. (rakhmat baihaqi)

Sumber : Harian Seputar Indonesia (10/12/2009)
 
 


 

Berita lainnya :

Lengkapi Diri dan Keluarga dengan Asuransi Kesehatan
Kesehatan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan kita. Intensitas kedisiplinan kita dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selaras dengan besarnya peluang bagi kita untuk bisa beraktivitas dan berkarya secara maksimal.
Tren Baru Layanan Asuransi Jiwa
Perkembangan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, benar-benar telah mengubah cara kita berhubungan satu dengan yang lain. Kalau pada dekade sebelumnya kartu ucapan merupakan alat yang paling populer untuk menyampaikan ucapan pada hari bahagia, misalnya ucapan Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru, saat ini kita bisa menyampaikan ucapan tersebut melalui email dan layanan singkat (SMS).
Asuransi Jiwa Sebuah Kebutuhan Penting
Fenomena terjadinya musibah tak terduga, bencana alam dan dampak krisis finansial global, serta rentannya kekuatan keuangan keluarga akibat meninggalnya kepala keluarga menjadi satu pertimbangan objektif tentang pentingnya asuransi jiwa. Ketika sebuah keluarga belum memiliki polis asuransi jiwa,misalnya, meninggalnya pencari nafkah utama akan menyisakan masalah pelik bagi keluarga yang ditinggalkan.
12345
 
 
 
 
 
 
PT. CLUSTERA INDONESIA